YOGYAKARTA – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, menyambut baik rencana penyelenggaraan Pengembaraan Desember Tradisional (PDT) Lustrum XI Tahun 2026 yang akan mengusung Rute Garis Imajiner Yogyakarta. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega Tingkat Cabang (DKC) Kota Yogyakarta di Kantor Gubernur DIY, Senin (6/7/2026).
Audiensi dilaksanakan sebagai bentuk permohonan dukungan Pemerintah Daerah DIY terhadap penyelenggaraan kegiatan kepramukaan yang menjadi agenda lima tahunan tersebut. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi wahana pembinaan karakter generasi muda, tetapi juga menjadi media promosi budaya dan pariwisata Yogyakarta di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua DKC Kota Yogyakarta, Kak Lukman, bersama Ketua Pelaksana PDT Lustrum XI 2026, Kak Alya, memaparkan konsep kegiatan, tujuan, serta rangkaian pelaksanaan Pengembaraan Desember Tradisional yang mengangkat Rute Garis Imajiner sebagai jalur utama pengembaraan.
Rute tersebut dipilih karena memiliki nilai historis, filosofis, dan budaya yang menjadi identitas Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui jalur ini, peserta diharapkan dapat memahami nilai-nilai luhur budaya Jawa sekaligus memperkuat karakter kebangsaan melalui kegiatan kepramukaan.
Audiensi juga dihadiri oleh Andalan Urusan Penegak Pandega Kwarcab Kota Yogyakarta Kak Prof. Dr. Sri Adi Widodo, S.Pd., M.Pd., Ketua Kwarcab Kota Yogyakarta Kak Drs. Heroe Poerwadi, M.A., serta Ketua Kwarda Gerakan Pramuka DIY Kak GKR Hayu yang memberikan dukungan penuh terhadap rencana penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Targetkan Peserta Mancanegara
Dalam paparannya, panitia menyampaikan bahwa PDT Lustrum XI Tahun 2026 dirancang dengan skala yang lebih luas dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Selain mengundang peserta dari berbagai daerah di Indonesia, panitia juga berencana menghadirkan peserta dan tamu dari berbagai negara melalui jaringan kepramukaan internasional.
Kehadiran peserta mancanegara diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, filosofi, serta keistimewaan Yogyakarta kepada dunia internasional. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat persahabatan, kolaborasi, serta pertukaran pengalaman antar anggota Gerakan Pramuka lintas negara.
Melalui konsep tersebut, Pengembaraan Desember Tradisional diharapkan mampu berkembang menjadi agenda kepramukaan bertaraf internasional yang membawa dampak positif bagi sektor pendidikan karakter, budaya, dan pariwisata.
Sri Sultan Berikan Apresiasi
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X mengapresiasi gagasan DKC Kota Yogyakarta yang mengangkat Rute Garis Imajiner sebagai media pembelajaran bagi generasi muda.
Menurutnya, pendekatan tersebut sangat relevan untuk memperkenalkan filosofi Yogyakarta kepada peserta sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya bangsa.
Sri Sultan juga menyambut baik rencana menghadirkan peserta dari berbagai negara sebagai bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya Yogyakarta kepada masyarakat internasional melalui kegiatan kepramukaan.
Perkuat Sinergi Pemerintah dan Gerakan Pramuka
Melalui audiensi ini, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta berharap terjalin sinergi yang semakin kuat dengan Pemerintah Daerah DIY sehingga seluruh rangkaian Pengembaraan Desember Tradisional Lustrum XI Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar.
Selain menjadi media pembinaan karakter bagi Pramuka Penegak dan Pandega, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendukung promosi Yogyakarta sebagai kota budaya, kota pendidikan, sekaligus kota kepramukaan yang dikenal di tingkat internasional.
Dengan dukungan Pemerintah Daerah DIY, Pengembaraan Desember Tradisional Lustrum XI Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan filosofi Garis Imajiner Yogyakarta kepada dunia melalui semangat persaudaraan dan pendidikan kepramukaan.
Pewarta Istimewa: M. Novriza Bara W
Dokumentasi: Humas Pemda DIY


