JAKARTA — Menjelang pelaksanaan Jambore Nasional (Jamnas) XII Gerakan Pramuka Tahun 2026, Pramuka Penggalang Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Banda Aceh menggelar road show budaya Aceh di sejumlah titik wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perjalanan Kontingen Pramuka Kota Banda Aceh yang telah berada di Jakarta sejak 7 Agustus 2026 sebelum mengikuti Jambore Nasional XII Tahun 2026.
Road show budaya ini tidak hanya menjadi kegiatan menjelang pelaksanaan Jamnas XII, tetapi juga menjadi sarana bagi para Pramuka Penggalang untuk memperkenalkan identitas daerah, melestarikan budaya Aceh, serta menyampaikan pesan-pesan positif melalui seni dan tradisi kepada masyarakat luas.
Pramuka Banda Aceh Kenalkan Budaya Aceh
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Banda Aceh, Kak Afdhal Khalilullah, B.Sc. (Hons), M.T., melalui Pimpinan Rombongan Jamnas Kontingen Kwarcab Kota Banda Aceh, Kak Taufik, S.E., mengatakan bahwa road show tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan kontingen sebelum memasuki arena Jamnas XII.
“Selain memperkenalkan identitas daerah, road show ini menjadi sarana pelestarian budaya Aceh sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif melalui seni dan tradisi kepada masyarakat luas,” ujarnya.
Dalam setiap penampilan, para Pramuka Penggalang membawakan syair-syair khas Aceh yang diiringi tabuhan rapa'i geleng, salah satu kesenian musik tradisional Aceh yang memiliki karakter kuat dalam menyampaikan pesan kebersamaan, semangat, dan nilai-nilai kehidupan Islami yang berkembang di Aceh.
Penampilan para peserta mendapat perhatian dari masyarakat di sejumlah lokasi yang menjadi titik road show. Dengan mengenakan scarf dan atribut Kontingen Pramuka Kota Banda Aceh, para Penggalang tampil membawa kesenian tradisional Aceh ke tengah masyarakat Jabodetabek.
Jadi Duta Budaya Aceh Jelang Jamnas XII
Melalui kegiatan tersebut, para Pramuka Penggalang tidak hanya membawa nama Kwarcab Kota Banda Aceh, tetapi juga memperkenalkan kekayaan budaya Aceh kepada masyarakat di luar daerah.
Road show budaya tersebut sekaligus menjadi bentuk syiar melalui seni dan budaya dengan mengangkat nilai-nilai keislaman, persaudaraan, kedisiplinan, gotong royong, serta semangat generasi muda dalam menjaga warisan budaya daerah.
Bagi para Pramuka Penggalang, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sebelum memasuki arena Jambore Nasional XII 2026. Mereka mendapatkan kesempatan untuk belajar bahwa mengikuti jambore nasional bukan hanya tentang kegiatan kepramukaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan daerah, membangun persaudaraan lintas wilayah, dan menunjukkan karakter generasi muda Indonesia yang mencintai budaya bangsa.
Rapa'i Geleng Bawa Pesan Persaudaraan
Melalui syair dan dentuman rapa'i, para Penggalang Banda Aceh membawa pesan bahwa budaya merupakan identitas daerah yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Semangat tersebut juga sejalan dengan nilai-nilai kepramukaan yang mengajarkan persaudaraan, kebersamaan, kedisiplinan, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dengan demikian, para peserta tidak hanya tampil sebagai anggota Pramuka yang akan mengikuti Jamnas XII, tetapi juga membawa peran sebagai ambasador budaya Aceh di tengah pertemuan besar Pramuka dari seluruh Indonesia.
Perkuat Semangat Kontingen Banda Aceh
Road show budaya Aceh diharapkan dapat terus memperkuat semangat para peserta dalam mengikuti Jamnas XII Tahun 2026 sekaligus menjadi ruang promosi budaya Aceh di tingkat nasional.
Pengalaman berinteraksi dengan masyarakat di berbagai wilayah Jabodetabek juga menjadi bekal sosial bagi para peserta sebelum mereka bergabung dengan ribuan Pramuka Penggalang dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi, Kontingen Pramuka Penggalang Kwarcab Kota Banda Aceh siap menjadi bagian dari pertemuan besar Pramuka Indonesia. Mereka membawa semangat persaudaraan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Aceh di arena Jamnas XII 2026.
Melalui budaya, para Pramuka Banda Aceh menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang untuk bersatu. Sebaliknya, keberagaman menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan sesama Pramuka dari seluruh penjuru Indonesia.
Salam Pramuka!
Pewarta: Zulfahmi M.D.


