JAKARTA — Gerakan Pramuka Indonesia memperkenalkan dua maskot resmi Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026, yakni sepasang karakter bernama Mandu dan Manda. Keduanya terinspirasi dari satwa khas Indonesia, beruang madu (Helarctos malayanus).
Kehadiran Mandu dan Manda menjadi bagian dari persiapan menuju pelaksanaan Jamnas XII 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta.
Dua karakter tersebut tidak sekadar menjadi identitas visual kegiatan. Mandu dan Manda dirancang membawa pesan tentang nilai-nilai kepramukaan, seperti ketangguhan, kreativitas, persahabatan, kebersamaan, serta kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai tantangan.
Mandu dan Manda Terinspirasi Beruang Madu
Pemilihan beruang madu sebagai inspirasi maskot Jamnas XII 2026 memiliki pesan yang berkaitan dengan karakter dan semangat yang ingin ditanamkan kepada peserta Jambore Nasional.
Beruang madu dikenal memiliki karakter lincah, kuat, dan adaptif. Karakter tersebut dinilai relevan dengan semangat Pramuka yang selalu dituntut mampu menghadapi tantangan, belajar dari lingkungan, bekerja sama, serta terus mengembangkan kemampuan diri.
Beruang madu juga merupakan satwa yang memiliki peran penting dalam ekosistem hutan tropis. Aktivitasnya dalam mencari dan memakan makanan turut membantu proses penyebaran biji sehingga mendukung regenerasi tumbuhan di habitatnya.
Pesan ekologis tersebut menjadi bagian penting dari kehadiran Mandu dan Manda. Para anggota Pramuka tidak hanya diajak menikmati kegiatan di alam terbuka, tetapi juga diingatkan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan kehidupan satwa.
Karakter Mandu dan Manda Bawa Pesan Berbeda
Mandu digambarkan dengan karakter yang lebih energik dan penuh semangat. Sosoknya mencerminkan jiwa petualang, keberanian menghadapi tantangan, serta semangat untuk terus bergerak dan mencoba pengalaman baru.
Sementara itu, Manda tampil dengan kesan hangat dan bersahabat. Karakter tersebut menggambarkan nilai persaudaraan, kebersamaan, kepedulian, serta kemampuan membangun hubungan positif dengan orang lain.
Keduanya menjadi representasi dua sisi penting karakter Pramuka. Di satu sisi seorang Pramuka harus memiliki keberanian dan ketangguhan dalam menghadapi tantangan. Di sisi lain, seorang Pramuka juga harus mampu membangun persahabatan, bekerja sama, serta peduli terhadap sesama dan lingkungan.
Maskot Jadi Media Edukasi Nilai Kepramukaan
Kehadiran Mandu dan Manda diharapkan mampu menciptakan identitas visual yang kuat bagi penyelenggaraan Jamnas XII 2026. Lebih dari itu, kedua maskot tersebut dapat menjadi media edukasi yang dekat dengan dunia anak dan remaja.
Melalui karakter yang menarik dan mudah dikenali, pesan tentang kecintaan terhadap alam, kepedulian terhadap satwa, persahabatan, keberanian, dan semangat kepramukaan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan.
Hal ini juga memperkuat pesan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berbicara mengenai keterampilan teknis, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan.
Jamnas XII 2026 Digelar di Buperta Cibubur
Jambore Nasional merupakan salah satu kegiatan besar Gerakan Pramuka yang mempertemukan anggota Pramuka Penggalang dari berbagai daerah di Indonesia.
Pada tahun 2026, Jamnas XII dijadwalkan berlangsung di Buperta Cibubur, Jakarta, pada 13 hingga 20 Agustus 2026.
Berbagai persiapan terus dilakukan menjelang pelaksanaan kegiatan. Persiapan tersebut mencakup aspek teknis, logistik, hingga program kegiatan yang akan diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selama pelaksanaan Jambore Nasional, peserta akan mengikuti berbagai kegiatan yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan, mempererat persaudaraan, meningkatkan wawasan, serta memberikan pengalaman kepramukaan yang bermakna.
Mandu dan Manda Siap Sambut Ribuan Pramuka
Peluncuran Mandu dan Manda menjadi salah satu penanda bahwa pelaksanaan Jamnas XII 2026 semakin dekat. Dua maskot tersebut nantinya akan menjadi bagian dari identitas visual yang menemani berbagai rangkaian kegiatan Jambore Nasional.
Dari pembukaan hingga penutupan, Mandu dan Manda diharapkan mampu menjadi wajah yang merepresentasikan semangat persahabatan, petualangan, kepedulian lingkungan, dan kebersamaan para Pramuka yang berkumpul di Buperta Cibubur.
Kehadiran dua karakter berbentuk beruang madu tersebut sekaligus membawa pesan bahwa generasi muda harus tumbuh menjadi pribadi yang tangguh menghadapi perubahan, kreatif mencari solusi, bersahabat dengan sesama, serta peduli terhadap kelestarian alam Indonesia.
Mandu dan Manda bukan sekadar maskot Jamnas XII 2026. Keduanya menjadi simbol semangat Pramuka untuk terus belajar, bersahabat, berpetualang, dan menjaga alam demi masa depan.
Salam Pramuka!
*pers


