SLEMAN – Personel Saka Bhayangkara Seyegan melaksanakan latihan rutin dengan materi Krida Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Alam (P2BA) pada bidang SKK Pencarian, Minggu (21/6/2026). Kegiatan dilaksanakan di kawasan Jembatan Kronggahan, Trihanggo, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Latihan ini menjadi bagian dari pembinaan keterampilan anggota dalam menghadapi kondisi kedaruratan, khususnya pengenalan teknik evakuasi dan penanganan di area berketinggian sebagai bekal mendukung kesiapsiagaan kebencanaan dan kemanusiaan.
Pengenalan Teknik Rapelling dan Penguatan Mental Anggota
Pada sesi latihan, peserta menerima materi mengenai penggunaan webbing atau tali jiwa serta pengenalan prosedur keselamatan sebelum melaksanakan praktik rapelling dari area berketinggian sekitar 15 meter.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan melatih kemampuan teknis, tetapi juga membangun kepercayaan diri, kedisiplinan, kemampuan pengambilan keputusan, serta kesiapan mental anggota dalam menghadapi situasi darurat secara terukur dan bertanggung jawab.
Ketua Saka Bhayangkara Seyegan, Kak Khusnan Nur C, menyampaikan bahwa latihan ini merupakan bagian dari implementasi program kerja Dewan Saka sekaligus upaya membekali anggota dengan kemampuan dasar pencarian dan pertolongan sesuai ruang lingkup Krida P2BA.
“Latihan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar mengenai kesiapsiagaan, kerja sama tim, dan kemampuan dasar dalam mendukung kegiatan pencarian serta pertolongan sesuai kapasitas anggota Saka Bhayangkara,” ujarnya.
Keselamatan Menjadi Prioritas Utama
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pendampingan dari instruktur serta pengawasan terhadap pelaksanaan latihan agar seluruh tahapan berjalan aman dan sesuai prosedur.
Kak Afnan Juli Arochma bersama Kak Fairu Zatul Huda selaku instruktur menekankan pentingnya menjalankan latihan secara disiplin, fokus, dan mengutamakan aspek keselamatan.
Para peserta juga diberikan motivasi untuk menjalani setiap proses latihan dengan tenang dan percaya diri, khususnya bagi anggota yang baru pertama kali mengikuti praktik rapelling.
Melalui latihan tersebut, anggota diharapkan mampu meningkatkan keberanian, membangun rasa percaya diri, serta belajar mengelola rasa takut melalui proses pembelajaran yang aman dan terstruktur.
Kesigapan Anggota Teruji Saat Terjadi Insiden di Lokasi
Di tengah pelaksanaan latihan, anggota Saka Bhayangkara Seyegan menghadapi situasi nyata ketika terjadi insiden kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan.
Dengan tetap memperhatikan keselamatan dan koordinasi, anggota membantu melakukan pengamanan area, membantu pengaturan lalu lintas, serta memberikan pertolongan pertama dasar kepada seorang pesepeda lanjut usia yang mengalami luka sambil menunggu bantuan medis datang.
Koordinasi cepat dilakukan untuk menghubungi ambulans PMI sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan lanjutan sesuai kebutuhan medis.
Momen tersebut menjadi pembelajaran langsung bahwa keterampilan yang dilatih bukan hanya untuk kegiatan internal, tetapi juga untuk membangun kepedulian sosial dan kesiapsiagaan dalam membantu masyarakat ketika diperlukan.
Wujud Nyata Pengabdian dan Kepedulian
Latihan rapelling ini menunjukkan bahwa pembinaan di Saka Bhayangkara tidak hanya berorientasi pada penguatan fisik dan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter anggota agar memiliki jiwa kemanusiaan, tanggap terhadap lingkungan, serta siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Semangat pengabdian tersebut menjadi bagian penting dari pendidikan kepramukaan yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.
Pewarta:
Dewan Saka Bhayangkara


