Dari Penolakan Menuju Pengabdian: Jejak M. Choirul Huda dari Banyuwangi

Dari Penolakan Menuju Pengabdian: Jejak M. Choirul Huda dari Banyuwangi

BANYUWANGI – Di ujung timur Pulau Jawa, di tanah yang dahulu dikenal sebagai Kerajaan Blambangan dan kini bernama Banyuwangi, lahir seorang pemuda bernama M. Choirul Huda. Ia tumbuh dari keluarga yang mewarisi nilai-nilai kepramukaan, namun kisah hidupnya tidak dimulai dari rasa cinta terhadap Pramuka, melainkan dari penolakan.

Pada masa kecilnya, Pramuka identik dengan pengalaman yang kurang menyenangkan. Lapangan terasa lebih menegangkan daripada menggembirakan, sementara seragam cokelat justru memunculkan rasa takut. Di matanya, kegiatan Pramuka identik dengan kekerasan verbal, ejekan, dan perundungan.

Melihat kondisi tersebut, kedua orang tuanya berupaya mengenalkan wajah lain dari dunia kepramukaan. Mereka membuka kembali album lama, menunjukkan foto-foto kegiatan, seragam yang tersimpan rapi, serta sertifikat yang mulai menguning dimakan usia. Dari benda-benda sederhana itulah, Choirul Huda kecil mulai melihat bahwa Pramuka adalah dunia yang hangat, penuh persahabatan, dan sarat makna.

Awal Mencintai Pramuka

Perubahan besar terjadi ketika ia mengikuti lomba jelajah tingkat Kwartir Ranting Banyuwangi saat masih menjadi anggota Pramuka Siaga. Bergabung dalam Barung Biru, ia berhasil meraih kemenangan bersama timnya.

Pengalaman tersebut menjadi titik balik penting. Sejak saat itu, Pramuka tidak lagi dipandang sebagai beban, tetapi sebagai ruang belajar, bertumbuh, dan menemukan jati diri.

Menapaki Jejak Pengabdian

Perjalanan organisasinya dimulai sejak menjadi anggota Pramuka Penggalang. Ia dipercaya sebagai Bendahara Dewan Penggalang, kemudian menjabat sebagai Pemimpin Regu Utama (Pratama) saat menempuh pendidikan di tingkat menengah.

Memasuki golongan Penegak, semangatnya semakin kuat. Ia aktif sebagai Ketua Sangga Perintis, mengikuti berbagai kegiatan tingkat cabang dan daerah di Jawa Timur, bergabung dalam Saka Wanabakti, serta menekuni dunia jurnalistik melalui Tim Media Kwartir Cabang Banyuwangi.

Lima Kali Ditolak, Tak Pernah Menyerah

Perjalanan menuju pengabdian yang lebih luas tidak selalu berjalan mulus. Sebanyak lima kali ia mengikuti seleksi kepengurusan Dewan Kerja Cabang (DKC), dan lima kali pula harus menerima kenyataan belum terpilih.

Namun penolakan itu tidak memadamkan semangatnya. Ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi di bidang lain yang tak kalah penting.

Saat memasuki usia Pandega, ia dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Kerja Ranting Banyuwangi. Di saat yang sama, ia tetap aktif dalam dunia jurnalistik, kegiatan Satuan Karya, serta menjadi instruktur muda di gugus depan.

Menjadi Andalan Cabang di Usia Muda

Dedikasi yang konsisten selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil. Pada usia 27 tahun, M. Choirul Huda dipercaya mengemban amanah sebagai Andalan Cabang Urusan Dokumentasi Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Banyuwangi Masa Bakti 2025–2030.

Posisi tersebut menjadikannya sebagai salah satu andalan muda yang memiliki tanggung jawab penting dalam mendokumentasikan perjalanan dan sejarah Gerakan Pramuka di Banyuwangi.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah M. Choirul Huda menjadi bukti bahwa perjalanan hidup tidak selalu dimulai dari kenyamanan. Penolakan, kegagalan, dan tantangan justru dapat menjadi fondasi untuk membangun karakter yang kuat.

Dari seorang anak yang pernah takut terhadap Pramuka, ia kini tumbuh menjadi sosok yang merawat jejak sejarah, menjaga cerita, dan memberi warna baru bagi masa depan kepramukaan.

“Tidak semua jalan menuju pengabdian dimulai dengan penerimaan. Terkadang, justru penolakanlah yang membentuk langkah paling bermakna.”

Semangat dan ketekunan M. Choirul Huda diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus berproses, pantang menyerah, dan tetap berkarya demi kemajuan Gerakan Pramuka serta bangsa.


Pewarta: Redaksi Filateli Pramuka

Baca juga: Kisah Inspiratif Tokoh Pramuka Indonesia

📚 Dukung semangat berkarya dan pengabdian generasi muda!

Dapatkan perlengkapan Pramuka, buku motivasi, dan kebutuhan kegiatan lainnya melalui tautan berikut:

Belanja di Shopee

Post a Comment

أحدث أقدم
close
tunasmandiricorp