Tunas Kelapa dari Pesisir Loktuan: Jejak Bakti Jusuf Jeka Kuleh dalam Dunia Kepanduan Kalimantan Timur

FILATELIPRAMUKA.COM – Gerakan Pramuka telah menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda Indonesia. Bagi sebagian orang, Pramuka mungkin hanya dikenal sebagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Namun bagi Jusuf Jeka Kuleh, Pramuka adalah perjalanan hidup yang telah ditempuh selama lebih dari empat dekade, sejak pertama kali mengenakan seragam Siaga di pesisir Desa Loktuan, Kota Bontang, hingga dipercaya mengemban amanah strategis di Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur.

Kisah pengabdian tersebut dituangkan dalam catatan refleksi berjudul "Tunas Kelapa dari Pesisir Desa Loktuan: Jejak Bakti di Dunia Kepanduan", yang menggambarkan perjalanan panjang seorang anggota Pramuka dari masa kanak-kanak hingga menjadi tokoh pembina dan pelatih yang berkontribusi dalam pembinaan generasi muda.

Awal Perjalanan di Pesisir Loktuan

Tahun 1983 menjadi titik awal perjalanan kepramukaan Jusuf Jeka Kuleh. Di tengah suasana pesisir Loktuan yang berbatasan dengan Selat Makassar, ia mulai mengenal dunia kepanduan sebagai Pramuka Siaga. Melalui berbagai latihan dan kegiatan di gugus depan sekolah, nilai-nilai Dwisatya dan Dwidarma mulai tertanam dalam dirinya.

Perjalanan kemudian berlanjut ke golongan Penggalang. Pada fase ini, berbagai pengalaman seperti perkemahan, penjelajahan, permainan regu, hingga kegiatan bakti masyarakat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Solidaritas, disiplin, kerja sama, dan jiwa kepemimpinan mulai tumbuh melalui berbagai aktivitas yang dijalani bersama teman-teman satu regu.

"Memimpin bukan sekadar berdiri di depan dan memberi perintah, tetapi memastikan tidak ada satu pun anggota yang tertinggal," menjadi pelajaran berharga yang terus diingat hingga kini.

Menempa Kepemimpinan di Tingkat Penegak dan Pandega

Memasuki usia remaja, Jusuf Jeka Kuleh aktif sebagai Pramuka Penegak di Gugus Depan Kudungga. Masa ini menjadi periode penting dalam pembentukan kemampuan organisasi dan kepemimpinan. Berbagai kegiatan yang dirancang secara mandiri oleh Dewan Ambalan mengajarkannya tentang perencanaan program, pengelolaan kegiatan, hingga pengabdian kepada masyarakat.

Saat melanjutkan pendidikan ke Samarinda, ia bergabung sebagai Pramuka Pandega di Gugus Depan Universitas Mulawarman (Unmul). Di lingkungan perguruan tinggi, aktivitas kepramukaan tidak hanya menjadi sarana pengembangan keterampilan, tetapi juga ruang untuk mengintegrasikan nilai-nilai kepanduan dengan dunia akademik, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Melalui proses berjenjang mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega, ia merasakan secara langsung bagaimana Gerakan Pramuka membentuk karakter dan kepemimpinan seseorang secara bertahap dan berkesinambungan.

Mengabdi sebagai Dosen, Pembina, dan Pengurus Kwarda Kaltim

Setelah menyelesaikan pendidikan, Jusuf Jeka Kuleh mengabdikan diri sebagai Pegawai Negeri Sipil dan tenaga pendidik di Universitas Mulawarman. Di kampus, ia menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus aktif sebagai Pembina Pramuka di Gugus Depan Universitas Mulawarman.

Pengabdian tersebut kemudian berkembang ke tingkat yang lebih luas melalui keterlibatannya dalam jajaran Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Timur. Berbagai amanah pernah diemban, mulai dari Wakil Ketua Bidang Perencanaan dan Pengembangan (Waka Renbang), Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Daerah (Kapuslitbangda), hingga saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwarda Kalimantan Timur.

Posisi Waka Binamuda memiliki peran strategis karena bertanggung jawab terhadap arah pembinaan anggota muda Pramuka di seluruh wilayah Kalimantan Timur, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak hingga Pandega.

Selain itu, ia juga aktif sebagai Pelatih Pembina Pramuka yang tergabung dalam Korps Pelatih Pusat Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Pusdiklatda) Kwarda Kalimantan Timur. Melalui peran tersebut, ia berkontribusi dalam mencetak para pembina yang nantinya akan membina peserta didik di gugus depan masing-masing.

Berbagai Penghargaan atas Pengabdian

Dedikasi yang konsisten selama puluhan tahun mendapatkan apresiasi dari Gerakan Pramuka maupun Pemerintah Republik Indonesia. Di lingkungan Gerakan Pramuka, ia menerima Tanda Penghargaan Orang Dewasa (TPOD) Pancawarsa I, II, dan III sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas dan pengabdian yang berkelanjutan.

Ia juga dianugerahi Lencana Dharma Bakti Gerakan Pramuka, salah satu penghargaan tertinggi bagi anggota dewasa yang telah memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan Gerakan Pramuka.

Sementara dalam bidang pendidikan, Jusuf Jeka Kuleh menerima Satyalancana Karya Satya 10 Tahun dan 20 Tahun dari Presiden Republik Indonesia atas dedikasinya sebagai aparatur sipil negara dan tenaga pendidik di Universitas Mulawarman.

Purna Tugas Bukan Akhir Pengabdian

Tahun 2026 menjadi momentum penting karena menandai berakhirnya masa tugas Jusuf Jeka Kuleh sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Kalimantan Timur. Namun demikian, pengabdian di dunia pendidikan dan kepramukaan tidak akan berhenti.

Baginya, membina generasi muda merupakan panggilan jiwa yang akan terus dilakukan selama masih memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Perjalanan panjang dari pesisir Loktuan hingga menjadi salah satu tokoh pembina Pramuka di Kalimantan Timur menunjukkan bahwa Gerakan Pramuka bukan sekadar organisasi pendidikan nonformal, melainkan ruang pembentukan karakter yang mampu melahirkan generasi pemimpin yang siap mengabdi bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Seperti filosofi pohon kelapa yang menjadi lambang Gerakan Pramuka, setiap bagian kehidupan hendaknya memberikan manfaat bagi sesama.

"Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan."


Pewarta: Redaksi Filateli Pramuka

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp