ISCS Rayakan HUT ke-2 di Surabaya, Perkuat Pelestarian Sejarah Kepanduan Indonesia

SURABAYA — Perkumpulan Kolektor Memorabilia Kepanduan Indonesia atau Indonesia Scout Collectors Society (ISCS) merayakan hari jadinya yang ke-2 di B-P House Surabaya, Universitas Adi Buana, Jawa Timur, Jumat (22/5/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pelestarian sejarah kepanduan Indonesia sekaligus mendorong regenerasi kolektor di kalangan anggota Pramuka muda.

Perayaan HUT ISCS berlangsung hangat dan penuh nuansa persaudaraan kepanduan dengan dihadiri anggota serta kolektor memorabilia Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Kalimantan Timur, Banten, Tangerang, Jakarta, hingga Jawa Timur.

Ketua Umum ISCS, Kak Drs.H.Djoko Adi Walujo, S.T., M.M.,DBA. menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya lahir dengan misi utama menyelamatkan berbagai memorabilia kepanduan yang selama ini berpotensi hilang, tercecer, atau terlupakan oleh zaman.

Menurutnya, kegiatan mengoleksi benda-benda kepanduan bukan sekadar hobi semata, melainkan bagian penting dari upaya menjaga warisan sejarah bangsa dan perjalanan panjang Gerakan Kepanduan maupun Gerakan Pramuka di Indonesia.

“Kami ingin menularkan ‘racun positif’ kepada adik-adik agar memiliki jiwa koleksi. Tanpa upaya menyelamatkan memorabilia ini, kita akan kehilangan jejak sejarah kepanduan dan kepeloporan di Indonesia,” ujarnya.


Djoko menambahkan, ISCS diharapkan menjadi ruang kreatif bagi para kolektor memorabilia kepanduan dari berbagai kalangan dan usia untuk saling berbagi pengetahuan, memperkuat jejaring, serta mengembangkan kegiatan koleksi yang edukatif dan bernilai sejarah.

Selain menjadi ajang silaturahmi antar kolektor, kegiatan ini juga menghadirkan sambutan khusus dari Pembina ISCS, Duta Besar Ahmad Rusdi, yang disampaikan secara tertulis karena berhalangan hadir langsung di Surabaya.

Dalam sambutannya, Ahmad Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota ISCS atas konsistensi menjaga semangat pelestarian sejarah kepanduan Indonesia melalui koleksi memorabilia.

Menurut Rusdi, ISCS memiliki peran strategis dalam mempromosikan Gerakan Kepanduan dunia dan Gerakan Pramuka Indonesia sebagai wadah pendidikan karakter generasi muda yang menjunjung tinggi persaudaraan, kreativitas, serta persahabatan lintas negara.

“ISCS ini merupakan perkumpulan para kolektor memorabilia atau benda-benda kenangan terkait kepanduan dunia dan kepramukaan di Indonesia. Organisasi ini diharapkan menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas dan kegiatan yang tidak mengenal batas waktu maupun tingkatan usia,” tulis Ahmad Rusdi.


Rusdi juga menekankan bahwa aktivitas koleksi memorabilia kepanduan memiliki nilai diplomasi lunak (soft diplomacy) karena mampu mempererat hubungan antar kolektor dan komunitas kepanduan dari berbagai negara.

Ia berharap ISCS dapat terus berkembang dan aktif mengikuti berbagai kegiatan kolektor kepanduan internasional seperti yang selama ini diselenggarakan oleh The Singapore Scout Association bersama sejumlah negara lainnya.

“Melalui para kolektor Indonesia, penguatan kepanduan dan kerja sama sesama kolektor sangat dibutuhkan. Prinsip persaudaraan di dalam negeri maupun persahabatan dengan para pandu dari luar negeri harus terus dijaga,” lanjutnya.


Dalam perjalanannya, ISCS yang berdiri pada 20 Mei 2024 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional ke-116, kini terus berkembang menjadi wadah kolektor memorabilia kepanduan di Indonesia. Organisasi ini juga aktif mendorong berbagai kegiatan pameran, edukasi koleksi, serta dokumentasi sejarah kepramukaan agar tetap dikenal generasi muda.

Momentum HUT ke-2 ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga benda-benda sejarah kepanduan sebagai bagian dari identitas dan perjalanan Gerakan Pramuka Indonesia.

Dengan semangat persaudaraan dan pelestarian sejarah, ISCS berharap dapat terus menjadi ruang kreatif yang mempertemukan para pecinta memorabilia kepanduan dari seluruh Indonesia bahkan dunia internasional.

Pewarta : filatelipramuka

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp