MEDAN — Saka Pramuka Wanabakti Sumatera Utara menetapkan enam program prioritas pembinaan untuk masa kerja 2026–2027. Arah pembinaan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Saka Wanabakti Sumatera Utara 2026 yang digelar di BBKSDA Sumatera Utara, Jumat (2/10/2026).
Dalam Rakor tersebut, Saka Wanabakti Sumatera Utara menetapkan enam fokus pengembangan, yaitu penguatan kelembagaan, penguatan pangkalan, pembinaan anggota muda dan dewasa, penguatan krida dan kompetensi, kemitraan dan partisipasi, serta kegiatan inovatif.
Selaraskan Program Nasional dan Daerah
Keenam program prioritas tersebut merupakan turunan dari kebijakan Pimpinan Saka Pramuka Wanabakti Nasional. Sekretaris Pinsaka Wanabakti Nasional, Kak Luckmi Purwandari, S.T., M.Si., yang hadir secara langsung dalam Rakor, menekankan perlunya penyelarasan program nasional dengan daerah untuk mewujudkan akselerasi perkembangan organisasi.
Arah pembinaan tersebut antara lain diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehutanan dan kepramukaan, penyusunan latihan rutin berdasarkan Krida dan Syarat Kecakapan Khusus (SKK), penguatan pangkalan di tingkat cabang, serta peningkatan keterlibatan Saka Wanabakti dalam berbagai kegiatan nasional.
Rumuskan Langkah Cepat Penguatan Saka
Selain menetapkan enam prioritas pembinaan, Rakor juga merumuskan sejumlah langkah cepat yang dapat dilakukan di Sumatera Utara. Langkah tersebut meliputi validasi data, penataan legalitas kelembagaan, penetapan pangkalan prioritas, penguatan peran UPT kehutanan, penyusunan kegiatan berbasis empat Krida, serta penguatan regenerasi melalui rekrutmen Pramuka Penegak dan Pandega serta pelibatan alumni.
Langkah tersebut sejalan dengan hasil Sensus Nasional Saka Wanabakti 2026 yang menjadi salah satu bahan untuk melihat kondisi kelembagaan dan pembinaan Saka Wanabakti. Secara nasional, sensus mencatat 82 pangkalan aktif terverifikasi dan 4.885 anggota aktif Penegak dan Pandega yang tersebar berdasarkan pemetaan di 38 provinsi.
Pembagian Peran dan Monitoring Jadi Perhatian
Hasil Rakor selanjutnya diarahkan pada pembagian peran antara Pinsakanas, Pinsakada, Kwarda, dinas, UPT, pangkalan, dan mitra. Setiap rencana juga perlu dilengkapi dengan penanggung jawab, jadwal pelaksanaan, dukungan yang dibutuhkan, serta mekanisme monitoring agar program yang telah disusun dapat ditindaklanjuti secara terukur.
Dengan arah tersebut, Saka Wanabakti Sumatera Utara memasuki fase penguatan dari perjalanan dan pembelajaran menuju konsolidasi dan aksi. Fokus pembinaan ke depan diarahkan pada penguatan organisasi, pengembangan pangkalan yang lebih aktif, peningkatan kompetensi anggota, serta pelaksanaan kegiatan bakti yang semakin nyata.
Enam prioritas pembinaan 2026–2027 tersebut diharapkan menjadi dasar bagi Saka Wanabakti Sumatera Utara dalam memperkuat peran anggota Pramuka di bidang kehutanan sekaligus membangun organisasi yang lebih aktif, terarah, dan berkelanjutan.
Pewarta: Pusdatin


