Pramuka MAN 2 Banda Aceh Ikuti World Cleanup Day 2026 di Bantaran Krueng Lamnyong

BANDA ACEH — Pramuka MAN 2 Banda Aceh turut mengambil bagian dalam aksi World Cleanup Day (WCD) 2026 yang diselenggarakan World Cleanup Day Banda Aceh di kawasan bantaran Krueng Lamnyong, depan LLDIKTI Wilayah XIII Aceh, Tibang, Kota Banda Aceh, Minggu (27/9/2026).

Dalam aksi tersebut, Pramuka MAN 2 Banda Aceh bersama Pramuka MAN 1 Banda Aceh turun langsung melakukan aksi kutip dan pilah sampah bersama ratusan peserta dari berbagai unsur masyarakat, mahasiswa, pelajar, instansi pemerintah, organisasi, dan komunitas lingkungan.

55 Pramuka Ikut Bersihkan Bantaran Krueng Lamnyong

Pramuka MAN 2 Banda Aceh mengikutsertakan 40 peserta, sementara Pramuka MAN 1 Banda Aceh berpartisipasi dengan 15 peserta. Kehadiran kedua pangkalan Pramuka madrasah tersebut menjadi bagian dari semangat kolaborasi generasi muda dalam menjaga lingkungan dan kawasan sungai di Kota Banda Aceh.

Aksi bersih lingkungan ini mengangkat semangat “Satu Aksi, Alam Berbisik Terima Kasih” dan digagas oleh Komunitas World Cleanup Day Banda Aceh dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Berdasarkan laporan media lokal, kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Banda Aceh, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Keindahan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, serta Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

601 Relawan Kumpulkan 864,4 Kilogram Sampah

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai ratusan orang. Laporan di lapangan menyebutkan sebanyak 601 relawan berpartisipasi dalam aksi pembersihan kawasan yang mencakup sekitar 800 meter bantaran sungai dan sisi jalan di sekitarnya.

Dalam waktu sekitar satu jam, para relawan berhasil mengumpulkan 864,4 kilogram sampah. Sampah yang terkumpul kemudian dipilah berdasarkan jenisnya.

  • 195,1 kilogram sampah organik
  • 299,6 kilogram sampah anorganik
  • 246,1 kilogram sampah residu
  • 116,9 kilogram sampah B3
  • 6,7 kilogram sampah yang dapat didaur ulang

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah di kawasan sungai bukan hanya berkaitan dengan jumlah, tetapi juga beragam jenis material yang membutuhkan penanganan berbeda.

Implementasi Nilai Darma Pramuka

Keterlibatan Pramuka MAN 2 Banda Aceh dalam kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi nilai Darma Pramuka, khususnya kepedulian terhadap lingkungan dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Bagi Pramuka, kegiatan lingkungan bukan hanya tentang membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya.

Kawasan sungai menjadi salah satu ruang penting yang perlu dijaga. Sungai berfungsi sebagai bagian dari sistem ekologis dan hidrologis, tetapi pada saat yang sama dapat menjadi jalur masuk sampah dari daratan menuju wilayah pesisir dan laut apabila sampah tidak dikelola dengan baik.

Sampah Sungai dan Ancaman terhadap Lingkungan Laut

UNEP mencatat bahwa sungai merupakan salah satu jalur penting perpindahan sampah plastik dari daratan menuju lingkungan perairan. Sampah plastik dapat bertahan dalam lingkungan dalam jangka panjang, sementara sungai-sungai kecil di kawasan perkotaan juga dapat berkontribusi terhadap perpindahan plastik menuju laut.

Kondisi tersebut juga relevan dengan persoalan Indonesia. World Bank memperkirakan Indonesia menghasilkan sekitar 7,8 juta ton sampah plastik setiap tahun, dengan sekitar 4,9 juta ton di antaranya tidak terkelola dengan baik. Studi tersebut memperkirakan sekitar 346,5 ribu ton sampah plastik per tahun dari sumber daratan Indonesia masuk ke lingkungan laut, dengan sungai membawa sekitar 83 persen dari sampah plastik yang bocor ke laut dari sumber daratan.

Data tersebut memberikan gambaran mengapa aksi bersih di kawasan sungai memiliki arti lebih luas. Membersihkan sampah yang telah berada di bantaran sungai merupakan salah satu bentuk intervensi langsung untuk mengurangi material yang berpotensi terbawa aliran air.

Namun, solusi jangka panjang tetap membutuhkan pengurangan sampah dari sumbernya, pengelolaan sampah yang baik, serta perubahan perilaku masyarakat.

World Cleanup Day dan Gerakan Kolaborasi

World Cleanup Day merupakan gerakan global yang mengajak masyarakat di berbagai negara untuk bersama-sama menangani persoalan sampah dan meningkatkan kesadaran terhadap krisis sampah yang tidak terkelola.

Gerakan tersebut mencakup aksi pembersihan di berbagai ruang publik, termasuk sungai, serta menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat, komunitas, pemerintah, organisasi, dan berbagai sektor lainnya.

Pada 2026, World Cleanup Day kembali dilaksanakan secara global pada 20 September dengan pesan “Strive for Five”, yaitu gagasan untuk memobilisasi sedikitnya lima persen populasi sebagai titik pengungkit perubahan perilaku masyarakat.

Aksi di Krueng Lamnyong pada 27 September menjadi salah satu bentuk aksi lokal yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat untuk memberikan perhatian langsung terhadap persoalan sampah di lingkungan perkotaan Banda Aceh.

Pramuka Belajar Lingkungan melalui Aksi Nyata

Bagi Pramuka MAN 2 Banda Aceh, keikutsertaan dalam World Cleanup Day 2026 sekaligus menjadi bentuk nyata pendidikan karakter melalui kegiatan di luar ruang kelas.

Para anggota Pramuka tidak hanya belajar mengenai pentingnya menjaga lingkungan secara teori, tetapi terlibat langsung dalam aksi bersama masyarakat. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa gerakan menjaga lingkungan membutuhkan kolaborasi.

Pelajar, mahasiswa, Pramuka, komunitas, pemerintah, dan masyarakat umum dapat mengambil peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Satu jam membersihkan sampah mungkin hanya berlangsung sesaat, tetapi kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan perlu menjadi kebiasaan setiap hari.

Melalui keterlibatan dalam World Cleanup Day 2026, Pramuka MAN 2 Banda Aceh kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan kegiatan kepramukaan sebagai ruang pembelajaran yang menghubungkan karakter, kepedulian lingkungan, gotong royong, dan aksi nyata.

Dari bantaran Krueng Lamnyong, langkah kecil para Pramuka menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar: menjaga lingkungan hari ini untuk keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Pewarta: Khaidir Marzuki

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp