YOGYAKARTA — “Persahabatan itu candu,” kata salah seorang teman pada suatu kesempatan. Teman yang lain memiliki ungkapan berbeda, tetapi memiliki makna yang sama: konco sak lawase, teman untuk selamanya.
Semangat itulah yang kembali terasa ketika sejumlah kakak senior Pramuka Universitas Gadjah Mada (UGM) menempuh perjalanan panjang untuk bersilaturahmi dengan salah seorang alumni Pramuka UGM yang sedang mendapatkan ujian sakit.
Pada Sabtu (5/9/2026), rombongan menempuh perjalanan sekitar 12 jam pulang-pergi dari Yogyakarta menuju Ajibarang. Perjalanan panjang tersebut dilakukan dengan satu niat sederhana, yakni bersilaturahmi sekaligus menyampaikan amanah dari teman-teman alumni Pramuka UGM.
Persaudaraan yang Terjalin di R.VIII Gelanggang UGM
Bagi mereka yang pernah hidup dan berproses di R.VIII Gelanggang UGM, yang dahulu dikenal sebagai Sekretariat Pramuka UGM dan kini berada dalam lingkungan Gelanggang Inovasi Kreativitas (GIK) UGM, sosok Kak Kanthi Pamuniningtyas atau yang akrab dipanggil Mb Uji bukanlah sosok yang asing.
Mb Uji dikenal sebagai sosok kakak yang baik dan ramah. Bagi salah seorang anggota Racana yang pernah mendapatkan bimbingannya, beliau juga merupakan sosok yang patut dijadikan teladan.
Saat mengikuti DIKSARPRAM UGM XII Tahun 1997, Mb Uji menjadi salah satu Pemandu yang memberikan banyak ilmu dan pengalaman kepada para adik anggota Racana.
Kenangan tersebut ternyata tetap tersimpan meskipun waktu telah berjalan begitu panjang.
Terpisah Puluhan Tahun, Persaudaraan Tetap Terjaga
Pertemuan pada September 2026 menjadi sebuah perjumpaan yang penuh makna. Setelah terakhir bertemu pada 1998, pertemuan kembali terjadi hampir tiga dekade kemudian.
Rentang waktu yang panjang ternyata tidak serta-merta menghapus ingatan tentang orang-orang yang pernah berjalan bersama dalam satu proses pengabdian.
Hal yang paling mengharukan terjadi ketika Mb Uji masih mengingat nama salah seorang yang datang, sekaligus mengenali kakak-kakak lainnya yang hadir dalam kunjungan tersebut.
Momen sederhana itu menjadi bukti bahwa persaudaraan yang tumbuh dari pengalaman bersama mampu bertahan melewati jarak dan waktu.
“Persaudaraan Bakti Tidak Akan Meregang”
Perjalanan menuju Ajibarang tersebut mengingatkan kembali pada sebuah kalimat yang pernah didengar saat mengikuti HUT Pramuka UGM Tahun 1997.
“Persaudaraan bakti, tidak akan meregang terkena panas dan tidak akan lapuk terkena hujan.”
Kalimat tersebut terasa kembali menemukan maknanya dalam perjalanan kali ini. Persaudaraan tidak hanya diwujudkan ketika berada dalam satu kegiatan atau satu lingkungan, tetapi juga ketika salah satu saudara membutuhkan perhatian dan dukungan.
Karena itulah perjalanan panjang Jogja–Ajibarang ditempuh. Bukan semata-mata untuk berkunjung, tetapi untuk hadir membawa amanah dan kasih persaudaraan dari teman-teman alumni Pramuka UGM.
Doa untuk Kesembuhan Mb Uji
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian dan doa agar Mb Uji diberikan kekuatan dalam menghadapi ujian sakit yang sedang dijalani.
Harapannya, silaturahmi tersebut bukan menjadi perjumpaan terakhir. Masih ada kesempatan untuk bertemu kembali dalam keadaan sehat dan bahagia, melanjutkan cerita-cerita lama yang sempat terhenti oleh perjalanan waktu.
Di sepanjang rentang hidup, terjalin beribu ikatan sejati yang menjadikan kehangatan dan diri seseorang semakin berarti.
“Menolong yang sejati terbukti apa yang terjadi esok hari.”
— Sandi Racana Gadjah Mada
Semangat yang sama juga tergambar dalam sandi Racana Tribhuwanatunggadewi:
,“Berjajar panjang berdekatan, tangan tergenggam mengalirkan persaudaraan bakti, tak akan ingkar janji pada batas bentengnya Pertiwi.”
— Sandi Racana Tribhuwanatunggadewi
Persaudaraan Bakti Melampaui Waktu
Perjalanan 12 jam pulang-pergi dari Yogyakarta menuju Ajibarang menjadi pengingat bahwa persaudaraan dalam Pramuka tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku pendidikan, menyelesaikan masa baktinya, atau tidak lagi berada dalam satu organisasi.
Kenangan, nilai, dan ikatan yang pernah dibangun bersama dapat menjadi jembatan untuk kembali bertemu setelah bertahun-tahun berpisah.
Itulah makna Persaudaraan Bakti R.VIII Gelanggang UGM—persaudaraan yang terus dirawat, hadir dalam suka maupun duka, dan tidak lekang oleh perjalanan waktu.
Semoga Allah SWT meringankan sakit yang sedang dialami Mb Uji, memberikan kekuatan dan kesembuhan, serta mempertemukan kembali keluarga besar Pramuka UGM dalam keadaan sehat dan penuh kebahagiaan.
BACA JUGA:
• Menguatkan Nilai-Nilai Baden-Powell’s Day Melalui Teknik Jurnalistik dan Komunikasi Efektif
• Dewan Ambalan Belajar Branding Media Sosial dan Manajemen Organisasi
Kontributor: Kak Memed - Keluarga Besar Alumni Pramuka UGM


