JAKARTA — Menteri BUMN Erick Thohir menerima ulos khas Sumatera Utara sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan, sekaligus simbol eratnya hubungan persaudaraan antara tokoh nasional dengan masyarakat Sumatera Utara.
Penyematan ulos tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Momen ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi mengandung makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Sumatera Utara.
Ulos Simbol Kasih Sayang dan Kehormatan
Dalam tradisi Batak, ulos memiliki kedudukan istimewa sebagai simbol kasih sayang, doa, penghormatan, kehormatan, dan ikatan persaudaraan. Ulos yang disematkan kepada seseorang menunjukkan adanya penghargaan dan penerimaan sebagai bagian dari keluarga besar dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan.
Karena itu, menerima ulos bukan sekadar menerima selembar kain tradisional. Di dalamnya terdapat doa dan harapan agar penerima memperoleh kehormatan, keselamatan, keberkahan, serta senantiasa mendapat kehangatan dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat dan bangsa.
Ulos Menjadi Diplomasi Budaya Sumatera Utara
Pemberian ulos kepada Erick Thohir juga menjadi bentuk diplomasi budaya Sumatera Utara. Tradisi leluhur tersebut hadir sebagai bahasa universal yang menyampaikan pesan persahabatan, penghormatan, dan persatuan tanpa sekat.
Bagi masyarakat Sumatera Utara, ulos merupakan warisan budaya yang terus hidup dan memiliki nilai luhur. Setiap helai benang yang terjalin menggambarkan kebersamaan dan hubungan antarmanusia yang harus terus dirawat.
Ulos menjadi simbol kehormatan yang menyatukan. Ketika ulos disematkan, bukan hanya budaya yang dikenalkan, tetapi juga doa, penghormatan, dan persaudaraan yang turut disampaikan.
Ulos Mempererat Persaudaraan dan Persatuan
Momen Erick Thohir menerima ulos menjadi gambaran bahwa kekayaan budaya Nusantara dapat menjadi jembatan untuk mempererat persatuan dan membangun hubungan yang lebih kuat antara daerah dan tokoh-tokoh nasional.
Tradisi pemberian ulos menunjukkan bahwa budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun hubungan sosial yang hangat serta memperkuat rasa persaudaraan di tengah keberagaman Indonesia.
Nilai-nilai penghormatan, kebersamaan, doa, dan persaudaraan yang terkandung dalam ulos menjadi pesan penting bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan yang dapat menyatukan seluruh elemen bangsa.
Dari Sumatera Utara, ulos disematkan sebagai kehormatan. Dari hati, persaudaraan dipersembahkan untuk Indonesia.


