YOGYAKARTA – Pengurus Daerah Perkumpulan Filatelis Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PD PFI DIY) turut ambil bagian dalam Festival Literasi Jogja (FLJ) 2026 yang berlangsung pada 9–13 Juli 2026 di halaman Grahatama Pustaka, Yogyakarta. Keikutsertaan PD PFI DIY menjadi salah satu upaya memperkenalkan dunia filateli kepada masyarakat melalui pameran koleksi benda pos bertema Filatelipramuka serta layanan cetak Prangko Prisma.
Festival Literasi Jogja 2026 diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bekerja sama dengan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DIY. Tahun ini, penyelenggara menghadirkan berbagai inovasi baru selain bazar buku, seperti Zona Membaca Buku Gratis (MBG), Gowes Pintar, Stan Buku Digital, seminar, talkshow, serta beragam lomba bagi pelajar jenjang SD hingga SMA sebagai bagian dari upaya mewujudkan Yogyakarta sebagai Kota Literasi.
Filatelipramuka Perkenalkan Koleksi Benda Pos Mancanegara
Pada kesempatan tersebut, PD PFI DIY menghadirkan mini pameran Filatelipramuka yang menampilkan berbagai koleksi prangko, sampul surat, dan benda-benda pos dari berbagai negara. Pameran ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung karena menyajikan sisi sejarah, budaya, dan pendidikan melalui media filateli.
Sekretaris PD PFI DIY, Bambang Pamungkas, mengatakan bahwa keikutsertaan PD PFI DIY merupakan bentuk dukungan terhadap penguatan budaya literasi sekaligus mengenalkan filateli kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
"Kami hadir untuk berpartisipasi aktif memeriahkan Festival Literasi Jogja 2026 dengan menghadirkan koleksi Filatelipramuka yang menampilkan berbagai benda pos dari mancanegara. Kami berharap masyarakat semakin mengenal bahwa prangko bukan sekadar alat pembayaran jasa pos, tetapi juga media edukasi yang menyimpan nilai sejarah, budaya, dan pengetahuan," ujar Bambang Pamungkas.
Kolaborasi dengan PT Pos Indonesia Hadirkan Prangko Prisma
Selain menghadirkan koleksi filateli, PD PFI DIY juga berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia untuk membuka layanan pembuatan Prangko Prisma secara langsung di lokasi festival.
Melalui layanan tersebut, pengunjung dapat mengabadikan momen kunjungannya dengan mencetak foto pribadi menjadi prangko resmi sebagai suvenir yang unik dan bernilai koleksi.
"Kami juga melibatkan PT Pos Indonesia agar pengunjung dapat mencetak Prangko Prisma secara langsung di lokasi kegiatan sehingga dapat mengabadikan momen kunjungan mereka di Festival Literasi Jogja 2026," tambah Bambang Pamungkas.
Membangkitkan Kenangan Melalui Filateli
Mini pameran filateli yang dihadirkan PD PFI DIY mendapat sambutan hangat dari para pengunjung. Banyak di antaranya yang mengaku bernostalgia saat melihat koleksi perangko dan benda pos yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sebelum era komunikasi digital berkembang pesat.
Suasana tersebut menunjukkan bahwa filateli masih memiliki daya tarik sebagai media pembelajaran sejarah, komunikasi, seni, dan budaya yang mampu menghubungkan berbagai generasi.
Melestarikan Hobi Filateli di Era Digital
Melalui keikutsertaan dalam Festival Literasi Jogja 2026, PD PFI DIY berharap minat masyarakat terhadap filateli terus tumbuh meskipun perkembangan teknologi telah mengubah pola komunikasi.
Filateli diyakini tetap relevan sebagai sarana edukasi, dokumentasi sejarah, serta media literasi visual yang dapat memperkaya wawasan masyarakat. Kehadiran Filatelipramuka di festival ini juga menjadi bukti bahwa dunia kepramukaan, filateli, dan literasi dapat berjalan beriringan dalam membangun budaya belajar sepanjang hayat.
Tim


