Saka Kalpataru Sleman Belajar Budidaya Bambu Modern di PT Bambu Nusa Verde

SLEMAN – Saka Kalpataru Sleman melaksanakan kegiatan Latihan Krida Program Kampung Iklim (Proklim) di PT Bambu Nusa Verde pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh calon anggota, anggota, serta Dewan Saka Kalpataru Sleman sebagai bagian dari penguatan wawasan dan pengalaman di bidang pelestarian lingkungan serta pengembangan inovasi hijau.

Latihan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran lapangan yang mempertemukan anggota Pramuka dengan praktik nyata pengelolaan lingkungan berbasis teknologi modern melalui budidaya bambu berkelanjutan.

Belajar Peran Strategis Bambu untuk Lingkungan dan Iklim

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kak Dewi Setyowati, S.T., M.Eng. selaku Pinsaka Saka Kalpataru Sleman. Dalam arahannya, beliau menjelaskan alasan dipilihnya PT Bambu Nusa Verde sebagai lokasi latihan krida.

Menurutnya, bambu merupakan tanaman yang memiliki manfaat besar tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Bambu dikenal sebagai tanaman yang mampu membantu menjaga keseimbangan ekosistem, mendukung konservasi tanah dan air, serta memiliki kemampuan menyerap karbon yang berkontribusi terhadap upaya mitigasi perubahan iklim.

“Melalui kegiatan ini peserta diharapkan dapat memahami bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan melalui pendekatan yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkap Kak Dewi.


Mengenal Teknologi Kultur Jaringan untuk Budidaya Bambu

Selama kegiatan berlangsung, peserta didampingi oleh Kak Hanna, Kak Rudi, dan Kak Nofela yang memberikan pengenalan mengenai proses budidaya bambu menggunakan metode Tissue Culture atau kultur jaringan (mikropropagasi secara in vitro).

Peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga berkesempatan melihat secara langsung proses perbanyakan bibit bambu di laboratorium menggunakan teknologi modern.

Metode kultur jaringan memungkinkan bibit bambu diproduksi dalam jumlah besar dengan kualitas yang lebih seragam, proses yang lebih cepat, serta tidak bergantung pada musim maupun teknik perbanyakan konvensional.

Teknologi yang diterapkan di PT Bambu Nusa Verde diketahui merupakan hasil transfer teknologi dari perusahaan bioteknologi asal Belgia, Oprins Plant NV, yang telah mengembangkan sistem produksi bibit tanaman berbasis laboratorium.

Membangun Generasi Muda Peduli Lingkungan

Suasana latihan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari observasi laboratorium hingga sesi diskusi mengenai pemanfaatan bambu sebagai salah satu solusi lingkungan berkelanjutan.

Berbagai pertanyaan diajukan peserta terkait proses budidaya, peluang pemanfaatan bambu, hingga kontribusi tanaman tersebut terhadap pengurangan emisi karbon dan adaptasi perubahan iklim.

Melalui kegiatan Latihan Krida Program Kampung Iklim ini, Saka Kalpataru Sleman berharap anggota semakin memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus menjadi generasi muda yang aktif, inovatif, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian alam.

Kegiatan ini juga menjadi ruang pembelajaran bahwa teknologi dan konservasi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan.

Pewarta:
Dewan Saka Kalpataru

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp