GKR Hayu Instruksikan Pramuka Kota Yogyakarta Jadi “Garda Hijau” pada Pelantikan Kwarcab 2025–2030

GKR Hayu Instruksikan Pramuka Kota Yogyakarta Jadi Garda Hijau pada Pelantikan Kwarcab 2025–2030

YOGYAKARTA, FilateliPramuka.com — Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta (Kwarda DIY), Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, menegaskan arah baru Gerakan Pramuka Kota Yogyakarta dengan menginstruksikan transformasi menjadi “Garda Hijau” dalam momentum pelantikan Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Yogyakarta masa bakti 2025–2030, Selasa (11/2/2026).

Dalam sambutannya, GKR Hayu menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan amanah besar untuk menjawab tantangan sosial yang semakin kompleks di Kota Yogyakarta sebagai jantung Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pramuka Kota Yogyakarta Harus Jadi Garda Hijau

Salah satu isu strategis yang menjadi sorotan adalah krisis pengelolaan sampah. GKR Hayu menegaskan bahwa Gerakan Pramuka tidak boleh hanya menjadi organisasi berbasis teori, tetapi harus hadir sebagai pelopor perubahan nyata di masyarakat.

Ia menginstruksikan agar Pramuka Kota Yogyakarta bertransformasi menjadi Garda Hijau, menyemai budaya memilah sampah dari tingkat rumah tangga hingga Gugus Depan melalui metode pendidikan kepramukaan.

“Anggota Pramuka harus menjadi pelopor gaya hidup zero waste yang mampu menginspirasi masyarakat luas, mengubah beban limbah menjadi berkah kemanfaatan,” tegasnya.

Peran Strategis Pramuka dalam Pendidikan dan Kesehatan Mental

Yogyakarta sebagai Barometer Pendidikan Nasional tengah berakselerasi menuntaskan target Wajib Belajar 12 Tahun. Namun, tantangan motivasi belajar dan kesehatan mental pelajar masih menjadi perhatian serius.

Dalam konteks ini, Pramuka ditegaskan sebagai pendidikan non-formal yang melengkapi pendidikan formal. Pramuka harus hadir sebagai ruang yang menyenangkan, wadah pengembangan minat dan bakat, serta ruang dukungan emosional agar generasi muda memiliki resiliensi dalam menghadapi tekanan akademik maupun sosial.

Pramuka sebagai Benteng Peradaban

Terkait fenomena kenakalan remaja dan kekerasan jalanan, GKR Hayu menekankan bahwa Pramuka harus menjadi benteng peradaban. Pendidikan karakter harus mampu menyalurkan energi muda ke dalam kegiatan produktif, menantang, serta berbasis pengabdian masyarakat.

“Kita ingin setiap pemuda di Kota Yogyakarta memiliki jati diri yang berakar pada budaya luhur namun tetap berpikiran global,” ujarnya.

Dorongan Digitalisasi melalui SISKA Pramuka

Di era digital, Pramuka Kota Yogyakarta juga didorong untuk adaptif terhadap teknologi. GKR Hayu mengapresiasi pemanfaatan Sistem Informasi Kelembagaan dan Anggota Pramuka (SISKA) secara masif.

Digitalisasi manajemen ini dinilai penting untuk memetakan potensi anggota secara akurat sehingga program Pramuka Garuda dan Pramuka Istimewa dapat terukur dan berdampak nyata terhadap pembangunan sumber daya manusia di Yogyakarta.

Sinergi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta

Kepada Walikota Yogyakarta selaku Ketua Mabicab, GKR Hayu menitipkan generasi muda Kota Yogyakarta untuk mendapatkan dukungan strategis pemerintah. Sinergitas kebijakan pemerintah dan gerak kepramukaan diyakini akan menciptakan ekosistem kota yang lebih aman, bersih, dan berkarakter.

Menutup sambutannya, GKR Hayu menyampaikan apresiasi kepada pengurus masa bakti sebelumnya serta memberikan semangat kepada pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan hati dan bergerak dengan aksi demi mewujudkan generasi muda Yogyakarta yang tangguh, mandiri, dan istimewa.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp