Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh Bersama DKC Bener Meriah Gelar Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor

Pramuka Peduli Kwarda Aceh dan DKC Bener Meriah Gelar Trauma Healing untuk Korban Banjir dan Longsor

BENER MERIAHPramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh bersama Dewan Kerja Cabang (DKC) Gerakan Pramuka Bener Meriah melaksanakan kegiatan trauma healing bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu, 17 Januari hingga Minggu, 18 Januari 2026, di dua lokasi berbeda.

Lokasi pertama kegiatan trauma healing dilaksanakan di SD Negeri Yakin, Kecamatan Pintu Rime Gayo. Sementara itu, lokasi kedua bertempat di Posko Pengungsian Desa Pantan Kemuning, Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah.

Sasar Anak-Anak Korban Bencana

Kegiatan ini menyasar anak-anak usia 12 tahun ke bawah yang terdampak langsung bencana banjir dan tanah longsor. Fokus utama kegiatan adalah pemulihan psikologis atau psychosocial trauma-healing, mengingat anak-anak merupakan kelompok paling rentan terhadap dampak psikologis pascabencana.

Melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan, para relawan Pramuka mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas seperti permainan kelompok, ice breaking, bernyanyi, menggambar, bercerita, serta interaksi positif lainnya. Metode ini bertujuan untuk membantu mengurangi rasa takut, cemas, dan trauma yang dialami anak-anak akibat bencana.

Selain pendampingan psikososial, Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh bersama DKC Bener Meriah juga menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, alat tulis, serta kebutuhan penunjang pendidikan lainnya.

Komitmen Pramuka Peduli Dampingi Korban Bencana

Koordinator Tim Psychosocial Trauma-Healing Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh, Kak Asrita, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pramuka Peduli dalam memberikan pendampingan menyeluruh kepada korban bencana, khususnya anak-anak.

“Anak-anak adalah korban yang paling merasakan dampak psikologis dari bencana. Melalui program trauma healing ini, kami berupaya membantu mereka kembali tersenyum, merasa aman, dan perlahan pulih dari pengalaman traumatis yang dialami. Pendekatan yang kami gunakan bersifat bermain sambil belajar, agar anak-anak merasa nyaman dan tidak tertekan,” ujar Kak Asrita.

Ia juga menambahkan bahwa penyaluran perlengkapan sekolah diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat belajar anak-anak serta memberikan motivasi untuk bangkit dan menatap masa depan dengan lebih optimis.

Wujud Nyata Pengabdian Pramuka kepada Masyarakat

Sementara itu, Ketua DKC Gerakan Pramuka Bener Meriah, Kak Afrina Ridara, mengungkapkan rasa bangga atas keterlibatan aktif Pramuka Penegak dan Pandega Bener Meriah dalam kegiatan kemanusiaan tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan trauma healing ini. Keterlibatan DKC Bener Meriah merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial Pramuka terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Kolaborasi ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi Pramuka Penegak dan Pandega dalam mengasah empati, kepemimpinan, dan jiwa kerelawanan,” tutur Kak Afrina.

Ia berharap sinergi dan kolaborasi antara Pramuka Peduli Kwartir Daerah Aceh dan DKC Bener Meriah dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya, sehingga kehadiran Gerakan Pramuka semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana.

Kegiatan trauma healing ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pemulihan kondisi psikologis anak-anak korban bencana, sekaligus memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di Aceh.

Pewarta: Khaidir Marzuki

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp