SLEMAN — Dalam rangka melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa, Pengembaraan Akhir Tahun (BARATA) Sleman ke-40 pada hari kedua, Senin, 29 Desember 2025, menggelar Giat Prestasi Macapat. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pangkalan dan menjadi salah satu giat prestasi yang menonjolkan nilai budaya dalam rangkaian pengembaraan.
Giat Prestasi Macapat dilaksanakan dengan penuh khidmat dan kental nuansa budaya Jawa. Seluruh kakak yang mengikuti giat ini mengenakan pakaian adat Jawa, sehingga menambah suasana sakral sekaligus memperkuat nilai pelestarian budaya lokal dalam kegiatan kepramukaan.
Dalam giat ini, kakak-kakak menampilkan kemampuan melantunkan tembang macapat sesuai dengan aturan guru lagu, guru wilangan, serta penghayatan terhadap isi tembang. Setiap penampilan dinilai berdasarkan ketepatan nada, penghayatan, serta kesesuaian dengan pakem macapat yang berlaku.
Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang berkompeten di bidang seni macapat, yaitu Kak Slamet Mulyadi, Kak Supriyadi, S.Pd., dan Kak Agus Istiyadi, S.Pd., M.Pd. Dewan juri memberikan penilaian secara objektif sekaligus apresiasi atas usaha kakak-kakak dalam menampilkan seni tradisional Jawa.
Selama pelaksanaan kegiatan, Sangga Kerja BARATA Sleman ke-40 mendampingi jalannya giat untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar. Kakak-kakak mengikuti giat dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab, mencerminkan kecintaan terhadap budaya serta semangat berprestasi.
Melalui Giat Prestasi Macapat ini, BARATA Sleman ke-40 kembali menegaskan komitmennya dalam mengintegrasikan nilai budaya lokal ke dalam kegiatan kepramukaan. Giat ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya bagi generasi muda Pramuka agar tetap mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan budaya Jawa, sejalan dengan tema “Jelajah Bhumi Medang”.
Pewarta : Tim Media Barata XL


