Kwarran Pakem menggelar ziarah dan silaturahmi dalam rangka Hari Pramuka, mengenang jasa para pendahulu sekaligus meneguhkan estafet pengabdian

PAKEM — Dalam suasana khidmat dan penuh haru, Pengurus Kwartir Ranting (Kwarran) Pakem menggelar kegiatan ziarah untuk mendoakan dan mengenang jasa para pendahulu sekaligus silaturahmi dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka, Rabu (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus Kwarran Pakem, yakni Kak Bela, Kak Tinah, Kak Wulan, Kak Rina, Kak Tri Rejani, Kak Candra, dan Kak Warno. Rombongan dipimpin langsung oleh Kak Wulan selaku Ketua Panitia Hari Pramuka 2026.

Rangkaian kegiatan menjadi momentum untuk mengenang para tokoh yang pernah mengabdikan diri dalam Gerakan Pramuka di Pakem. Selain berziarah ke makam para pendahulu, pengurus Kwarran Pakem juga bersilaturahmi dengan keluarga serta menyambangi salah satu mantan Ketua Kwaran Pakem yang masih hidup.

Ziarah ke Makam Beneran dan Ramah Tamah Keluarga GM. Daliyo

Ziarah diawali dengan mengunjungi Makam Beneran, Pakem, untuk mendoakan almarhum GM. Daliyo, Ketua Kwaran Pakem periode 2001–2005.

Prosesi ziarah berlangsung tertib dan khidmat. Rangkaian diawali dengan penghormatan kepada Bendera Merah Putih, pengucapan Tri Satya, hening cipta yang diiringi lagu Hening Cipta, pemasangan Bendera Pramuka di samping nisan yang diiringi lagu Satya Dharma Pramuka, hingga doa penutup.

Usai ziarah, rombongan kemudian mampir ke rumah keluarga almarhum untuk beramah tamah. Keluarga menyambut kedatangan pengurus Kwarran Pakem dengan penuh haru dan kehangatan.

Mbak Heni, putri almarhum GM. Daliyo, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan penghormatan yang diberikan oleh jajaran Kwarran Pakem.

“Dengan hati yang terharu kami sangat berterima kasih. Kami sangat terkesan dengan ziarah ini, kami sama sekali tidak menduga akan ada kunjungan seperti ini. Semoga menjadi amal baik untuk semuanya. Sangat terharu Kak saya. Sudah sangat menjadi kehormatan bagi kami, pengurus Kwaran Pakem berkenan nyekar dan silaturahmi.”


Ucapan haru juga disampaikan Ibu GM. Daliyo yang mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Dengan mata berkaca-kaca, kami sangat berterima kasih. Acara ini sangat menyentuh hati. Semoga kegiatan mulia ini terus dilanjutkan di waktu-waktu mendatang.”


Silaturahmi ke Kediaman Kak Suratman

Perjalanan kemudian dilanjutkan ke kediaman Kak Suratman, mantan Ketua Kwaran Pakem periode 2006–2015. Di usia 83 tahun, semangat Kak Suratman masih tampak kuat dan penuh perhatian terhadap perkembangan Gerakan Pramuka di Pakem.

Silaturahmi berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Dalam kesempatan tersebut dilakukan pengalungan setangan leher, pengucapan Tri Satya yang dipimpin langsung oleh Kak Suratman, doa bersama, serta ramah tamah.

Putri Kak Suratman, Kak Farida, menyampaikan rasa bahagia atas kunjungan jajaran Kwarran Pakem.

“Maturnuwun kak... senang sekali dirawuhi kakak-kakak sekalian. Semoga Kwaran Pakem semakin solid dan semakin maju.”


Sementara itu, Kak Suratman menyampaikan pesan agar hubungan antara pengurus Kwarran dengan para pendahulu terus dijaga.

“Terima kasih banyak atas kunjungannya, selama hidup saya baru kali ini. Semoga Pramuka Pakem semakin maju, jangan putuskan hubungan dengan para pendahulu, dan lanjutkan di waktu ke depan acara silaturahmi ini.”


Ziarah ke Makam Pakem Gedhe dan Silaturahmi Keluarga Kak Heri Ibrahim

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan ziarah ke Makam Pakem Gedhe untuk mengenang Kak Heri Ibrahim, Ketua Kwaran Pakem periode 2015–2018.

Prosesi penghormatan dilakukan dengan rangkaian upacara sederhana sebagai bentuk penghargaan kepada almarhum yang telah memberikan pengabdian bagi perkembangan Gerakan Pramuka di Pakem.

Keluarga Kak Heri Ibrahim juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian jajaran Kwarran Pakem.

“Kami mengucapkan beribu terima kasih untuk kehormatannya dirawuhi dari tim Kwarran. Semoga Kwarran Pakem tetap jaya. Aamiin. Keluarga sangat berbahagia dan mengapresiasi, baru kali ini terjadi.”


Ketua Kwaran Pakem: Mengenang Pendahulu untuk Melanjutkan Pengabdian

Ketua Kwaran Pakem, Kak Bela, mengatakan kegiatan ziarah dan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari upaya menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya.

“Kegiatan ini kita laksanakan untuk benar-benar mewujudkan Tri Satya. Dengan mengenang para pendahulu, kita mengambil semangat pengabdian mereka. Semangat Pramuka yang mengabdi sampai titik akhir hayat.”


Menurutnya, para pendahulu telah meninggalkan keteladanan yang penting bagi generasi penerus Gerakan Pramuka di Pakem.

“Dari pusara kita belajar setia, dari senja kita belajar meneruskan. Semoga silaturahmi ini menjadi jembatan kasih antar generasi, agar api Pramuka Pakem tidak pernah padam.”


Mengenang Pengabdian Para Pendahulu

Kak GM. Daliyo yang memimpin Kwaran Pakem pada periode 2001–2005 dikenang sebagai sosok yang menanamkan kedisiplinan dan semangat gotong royong. Pada masa kepemimpinannya, kegiatan Pramuka di gugus depan kembali berkembang.

Ia dikenal sebagai sosok yang tegas namun penuh perhatian serta selalu hadir dalam berbagai kegiatan kepramukaan. Semangatnya terhadap perkembangan Pramuka Pakem bahkan terus dikenang hingga akhir hayat.

Sementara itu, Kak Heri Ibrahim, Ketua Kwaran Pakem periode 2015–2018, dikenang sebagai sosok yang membawa semangat inovasi dan kebersamaan.

Di bawah kepemimpinannya, Kwaran Pakem aktif mengikuti kegiatan Kwarcab dan memperkuat silaturahmi antar gugus depan. Keteladanannya mengajarkan bahwa Pramuka merupakan pengabdian untuk melayani, bukan untuk dilayani.

Dua nama tersebut meninggalkan kisah dan keteladanan yang berbeda, tetapi memiliki satu nilai yang sama, yakni mengabdi tanpa batas dan setia sampai akhir hayat.

Menyambung Estafet Pengabdian Pramuka Pakem

Kegiatan ziarah dan silaturahmi tersebut juga menjadi simbol keberlanjutan estafet pengabdian dalam Gerakan Pramuka Pakem.

Dari Kak GM. Daliyo yang meletakkan pondasi kedisiplinan, kepada Kak Suratman yang menjaga semangat dan menjadi teladan kesetiaan hingga usia senja, kemudian kepada Kak Heri Ibrahim yang membawa semangat inovasi dan kebersamaan.

Tiga nama, tiga zaman, tetapi satu tongkat estafet pengabdian yang sama. Kini estafet tersebut berada di tangan pengurus Kwaran Pakem yang menjalankan tugas pada masa kini.

Tugas generasi penerus bukan untuk menggantikan jejak para pendahulu, melainkan melanjutkan pengabdian dan menghidupkan kembali semangat mereka dalam setiap kegiatan kepramukaan.

Karena Pramuka bukan hanya tentang kegiatan, tetapi juga tentang menghargai, mengingat, dan melanjutkan.

Jejak Pengabdian yang Tidak Padam

Rangkaian ziarah dan silaturahmi Kwarran Pakem menjadi pengingat bahwa perjalanan Gerakan Pramuka dibangun oleh banyak orang yang telah memberikan waktu, tenaga, pikiran, bahkan seluruh hidupnya untuk pengabdian.

Di pusara para pendahulu, generasi saat ini menundukkan kepala untuk mendoakan dan mengenang jasa. Sementara dalam pertemuan dengan para tokoh yang masih diberikan kesempatan untuk berkarya, generasi penerus kembali belajar tentang arti kesetiaan dan pengabdian.

Semangat tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran Gerakan Pramuka Pakem untuk terus menjaga hubungan antargenerasi.

“Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Kwaran Pakem
Pakem, 20 Agustus 2026

Pewarta: Kwaran Pakem

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama
close
tunasmandiricorp